| SEKOLAH UNTUK ANAK LUAR BIASA |
|
|
|
|
PONTIANAK, 21 JULI 2010 PONTIANAK - KLA.ORG - “Mereka tidak diminta untuk dilahirkan dalam keadaan yang tidak normal tetapi mereka memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan karena mereka juga merupakan bagian dari anak bangsa dan mereka bukanlah menjadi beban namun merupakan ladang amal bagi orang tua, guru dan masyarakat ” kata dr. Darmanelly, M.Kes kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana dalam kunjungannya bersama Parlemen Anak di Sekolah Luar Biasa Dharma Asih Kota Pontianak (21/7). Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Asih pada tahun ajaran 2010-2011 memiliki 2 SLB yaitu SLB B dan SLB C dimana SLB B menangani siswa tuna rungu dan tuna wicara sedangkan SLB C untuk tuna grahita. “ selain sarana dan prasarana, kami kesulitan untuk tenaga pengajar yang memiliki latar belakang pendidikan luar biasa untuk mengajar siswa di SLB ini” kata Dra. Suyanti Kepala sekolah SLB B.Sekolah Luar Biasa Dharma Asih memiliki total pengajar 38 orang dengan 16 orang guru negeri dan 22 orang dari tenaga honorer untuk 233 siswa yang harus diberikan perhatian khusus, pendekatan khusus, pelayanan khusus baik secara individu maupun perkelompok dalam satu kelas.
Kunjungan ini dihadiri dan didukung oleh BP2KB kota Pontianak, Sekretariat DPRD Kota Pontianak, Parlemen Anak kota Pontianak, Parlemen Anak Provinsi Kalimantan Barat, Centra Remaja Khatulistiwa, Wahana Visi Indonesia, wartawan Ruai TV dan tentunya dari Sekolah Luar biasa Dharma Asih Pontianak.
Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk berbagi kebahagian ke sesama anak bangsa dengan menghilangkan semua yang membatasi kebersamaan. walaupun anak SLB memiliki keterbatasan fisik dan mental mereka juga memiliki hak anak yang sama dalam memperoleh pendidikan, mengutarakan pendapat, bergaul dengan sesama, hak bermain, tertawa dan bahagia. Pada kesempatan ini dari parlemen anak juga mengadakan acara bermain, bernyanyi bersama serta membuat pohon harapan dan memberikan bingkisan kepada pelajar SLB.
Semoga apa yang dilakukan parlemen anak hari ini memberikan kesan yang positif kepada masyarakat, memberikan semangat baru untuk guru dan orang tua murid agar tidak ada lagi diskriminasi terhadap anak yang normal maupun tidak sehingga mereka mendapatkan hak yang sama untuk bermain, berprestasi, berinteraksi dan hidup berdampingan serta melakukan aktivitas bersama-sama dalam kehidupan sehari hari.(MY). |








![]() | Hari ini | 28 |
![]() | Kemarin | 243 |
![]() | Mingu ini | 28 |
![]() | Bulan ini | 1436 |
![]() | Total | 174901 |